3 Nutrisi Penting Bagi Balita Susah Makan



Masa anak-anak bisa disebut sebagai golden era. Di usia ini anak-anak tumbuh dan berkembang dengan baik yang didukung dengan konsumsi makanan yang bergizi serta memiliki nutrisi yang lengkap. Namun, balita susah makan memang menjadi permasalahan yang kerap kali dihadapi oleh para orang tua. Ketiadaan atau tidak lengkapnya gizi dan nutrisi yang dibutuhkan anak, sudah tentu dapat mempengaruhi perkembangannya nanti.


Balita susah makan terkadang tidak mendapatkan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya. Berikut macam-macam zat dan nutrisi yang diperlukan di masa pertumbuhan:


  •    Kalsium

Kalsium merupakan zat mineral yang membantu agar tulang dapat tumbuh dengan baik dan maksimal, serta memadatkan tulang. Tulang yang padat dapat terhindar dari masalah pengeroposan tulang. Kalsium tidak hanya diperlukan oleh tulang saja, namun juga berguna untuk mendukung fungsi jantung, menghindarkan dari terjadinya pembekuan darah, serta untuk memaksimalkan fungsi otot.


Ketika tubuh mengalami kekurangan kalsium, biasanya akan mengambil cadangan kalsium yang terdapat pada tulang, terutama pada bagian tulang belakang. Namun ini juga dapat menyebabkan tulang punggung mengalami nyeri. Nyeri yang muncul ini cukup mengganggu karena dapat menyebabkan tidak dapat beraktivitas dengan baik.


Sumber utama kalsium adalah susu dan semua produk turunannya. Berikut data kebutuhan kalsium berdasarkan usia anak, menurut Kementerian Kesehatan:

-       Usia 0-6 bulan: 200 mg/hari

-       Usia 7-11 bulan: 250 mg/hari

-       Usia 1-9 tahun: 500 mg/hari

-       Usia 10-18 tahun: 1200 mg/hari


  •    Protein

Zat gizi makro ini memiliki peran penting untuk membangun dan memperbaiki setiap kali jaringan mengalami kerusakan.  Protein yang masuk ke dalam tubuh kemudian akan diproses dan diubah menjadi asam amino. Asam amino sendiri berfungsi sebagai pembentuk sel-sel baru dan membantu pembentukan jaringan.

Di bawah ini kebutuhan protein per hari yang disesuaikan dengan umur anak yaitu:

-       Usia 0-6 bulan: 12 gram/hari

-       Usia 7-11 bulan: 18 gram/hari

-       Usia 1-3 tahun: 26 gram/hari

-       Usia 4-6 tahun: 35 gram/hari

-       Usia 7-9 tahun: 49 gram/hari

-       Usia 10-12 tahun: 56 gram/hari (laki-laki), 60 gram/hari (perempuan)

-       Usia 13-15 tahun: 72 gram/hari (laki-laki), 69 gram/hari (perempuan)

-       Usia 16-18 tahun: 66 gram/hari (laki-laki), 59 gram/hari (perempuan)


  •      Zat Besi

Setidaknya 70% zat besi di dalam tubuh Hadi dalam bentuk hemoglobin yang ada di dalam darah. Fungsi hemoglobin sendiri berguna untuk membawa dan mendistribusikan makanan serta oksigen secara merata di seluruh tubuh.


Selan itu, zat besi juga dibutuhkan agar anak dapat mencapai tinggi maksimalnya. Anak yang kekurangan zat besi akan memiliki tinggi badan yang pendek jika dibandingkan dengan anak yang tercukupi kebutuhan zat besinya.


Berikut daftar kebutuhan zat besi pada anak sesuai dengan umurnya:

-       Usia 7-11 bulan, membutuhkan zat besi sebanyak 7 mg/hari

-       Usia 1-3 tahun, membutuhkan zat besi sejumlah 8 mg/hari

-       Usia 4-6 tahun, memerlukan zat besi sebesar  9 mg/hari

-       Usia 7-9 tahun, membutuhkan zat besi sebesar 10 mg/hari

-       Usia 10-12 tahun, untuk anak laki-laki membutuhkan zat besi sebesar 13 mg/hari. Sementara untuk anak perempuan dalam  kateh umur tersebut memerlukan zat besi sejumlah 20 mg/hari (perempuan)

-       Usia 13-15 tahun, untuk anak laki-laki zat besi yang  dibutuhkan yakni 19 mg/hari. Dan anak perempuan memerlukan sebanyak 26 mg/hari

-       Usia 16-18 tahun, 15 mg/hari dibutuhkan oleh anak laki-laki dan  26 mg/hari untuk anak perempuan.


Untuk mengatasi balita susah makan, Mam dapat mengajak anak untuk membuat menu harian. Selain itu juga melibatkan anak untuk ikut serta mempersiapkan bahan masakan, mulai dari pembelian bahan-bahan bahan, sekaligus memasakkan. Tentu dengan di bawah pengawasan orang tua.


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.