Jatuh Bangun Startup di Indonesia



Portal Blog - Sejak penggunaan internet di Indonesia menjadi lebih mudah dan semua orang dapat mengaksesnya, semakin banyak pula orang yang memanfaatkan internet sebagai lapak berjualan. Namun, tidak semua perusahaan rintisan alias startup Indonesia langsung meraih kesuksesannya. Banyak rintangan yang harus dilewati oleh para founder di Indonesia.

Menjamurnya Startup
 
Ketika membuat website semakin mudah dan murah, orang-orang berlomba-lomba untuk membuatkan website untuk kepentingan berjualannya. Semakin banyak pula orang-orang yang mencoba peruntungan di ranah bisnis online. Maka, menjamurlah perusahaan-perusahaan rintisan dengan bekal yang belum mantap dan nekat untuk terjun ke dunia startup. 

Kesuksesan

Belakangan, ada tiga perusahaan startup dengan tema berbeda yang berhasil masuk ke dalam kategori unicorn. Yaitu perusahaan ojek online, pembelian tiket online, dan platform berbelanja online yang berhasil meraih kesuksesan di tanah air. Hingga saat ini, belum ada perusahaan lain yang berpotensi untuk menyaingi ketiga jenis bisnis tersebut. Di beberapa sektor lain memang sudah berkembang, namun jaraknya masih sangat jauh untuk dapat bersaing menjadi startup unicorn.
Pemicu Kegagalan

Selain perusahaan-perusahaan yang berhasil meraih kesuksesan dengan untung yang tidak sedikit, banyak pula perusahaan yang gagal untuk mencapai kesuksesan padahal baru memulai. Ada beberapa faktor yang memicu kegagalan tersebut, yaitu:

1.    Bukan Inovasi Baru

Di Indonesia, seseorang melihat ada sebuah perusahaan ojek online yang sukses, lalu banyak perusahaan-perusahaan rintisan yang lain mengikuti jejaknya dengan cara membuat perusahaan serupa dengan nama yang berbeda. Sifat ikut-ikutan seperti ini tidak disarankan dalam berbisnis karena hanya akan menimbulkan kerugian. Sebaiknya membuat usaha dengan ide yang benar-benar fresh agar masyarakat juga antusias dalam menggunakannya.

2.    Mindset Founder

Kebanyakan orang yang baru berbisnis langsung berharap mencari investor untuk mengembangkan bisnisnya. Langkah ini dinilai kurang tepat sebab seharusnya mindset para founder adalah untuk mengembangkan usahanya terlebih dahulu, maka nanti investor akan tertarik dengan sendirinya.

3.    Berkutat Pada Minimnya Modal

Para pemilik usaha biasanya akan kerepotan jika mengetahui sejak awal bahwa modal yang dimilikinya belum cukup untuk pengembangan dan berpikir akan meminjam ke bank atau sejenisnya. Padahal, pemilik startup bisa saja mencari-cari bagaimana caranya agar produknya laku di pasaran.

4.    Produk Belum Matang

Produk yang ditawarkan oleh perusahaan rintisan belum diriset secara matang sehingga kurang diminati dan perusahaan cenderung stagnan. Founder harus menemukan product market-fit agar tidak mudah kehabisan modal dan terus berinovasi sepanjang perjalanan hingga menemukan target yang pas.

Begitulah gambaran mengenai startup Indonesia, masih banyak yang harus diperbaiki, masih banyak masalah yang menanti solusi. Dengan semangat dari para founder dengan dibantu oleh pemerintah, pasti startup Indonesia dapat lebih maju dengan cepat.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.